Tatokpangalinan’s Weblog


DIMENSI DAN PERSPEKTIF PEMILU 2009
Agustus 11, 2009, 9:56 am
Filed under: Tak Berkategori

DIMENSI  DAN  PERPEKSTIF

PEMILU  TAHUN 2009

 

 Berbagai demensi dalam perubahan paradigma dan sistem kepemiluan bangsa ini, sangat jelas terjadi pergesaran nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa, baik dalam forum legeslatif ataupun pemilihan sesosok pemimpin bangsa. Seyogyanyalah seorang pemimpin memiliki hikmat dan kebijaksanaan, bukan seorang pemimpin yang dikarbit dengan kata lain dipaksa agar menjadi matang.

 

Memang pengkarbitan tidaklah salah, namun perlu digaris bawahi bahwa pemaksaan akan sesuatu hal yang tidak mempunyai landasan atau dasar, akan membuat kekurang stabilan dalam suatu kinerja, disamping itu pengalaman adalah guru paling baik.

 

Sederetan sejarah telah dilewati, dimana faham-faham yang anti terhadap pancasila telah tergulung habis oleh sifat pluralisme indonesia, lain halnya pada tatanan saat ini, dimana sangat terlihat jelasi kondisi ini terjadi pengkotomian musyawara dan mufakat dalam pemilihan umum tahun 2009, dimana kekuatan pemilik kapital dalam menjaring suara masyarakat (plurality), yang dapat melahir sesoarang pemimin pemuja dunia.

 

Permasalahan tersebut diatas, menjadi tanya besar bangsa ini, dalam mencari entitas dari demokrasi tanpa melemahkan nilai-nilai luhur bangsa yaitu pancasila, yang menjadi bahan renungan bangsa ini, apakah pemilihan legeslatif mengkercutkan atau pengkotomian, musyawara dan mufakat dalam pemiluh legeslatif  kita ? dengan tetap memiliki  kaidah nilai luhur kita sebagai suatu bangsa.

 

Para elite politik, selayaknyal memberikan koherensi dalam sistem kepemiluan kita, hal ini agar sikap dan paham yang dianut orang-orang yang mencari kesenangan semata-mata (hedonisme) dari pemimpin bangsa ini, seidealnya tidak menjebak masyarakat dalam ketergantungan keduniawian (seculerisme), yang mencapai aras pembedohan publik.  

 

Transfer pengetahuan dan pendidikan politik dari kaum elite politik sangat minimalis, di karenakan kekurangan pekaan (sensivity) dari kaum elite, akan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa indonesia.Teori-teori emperik yang dimiliki oleh bangsa, selayaknyalah dijadikan dasar atau pijakan konsep ilmu berpolitik bangsa Indonesia.

 

Pemimpin eroptian baru bermunculan melalui mas media dengan berbekalkan populeritas dan kemapanan sosial, melalui media baliho, spanduk, benner dan lain-lainnya menghiasi kota dan desa, dalam menamkan kepercayaan (trust) kepada masyarakat, yang memungkinkan kapabilitas hikmat seorang pemimpin, masih menjadi tandanya besar.

 

Hal yang ditemui adalah kesimpang siuran DPT (Daftar Pemilih Tetap), yang telah di keluarkan oleh KPU, dimana terdepat pemilih ganda dan pemilih yang belum didaftar berkisaran 28 juta (pada pemilu Pilpres), sebelumnya MK telah mengeluarkan keputusan atau kebijakan yaitu bagi warga yang belum terdaftar dalam DPT dapat melakukan pencontrengan dengan membawa Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga. Sehingga peroleh suara adalah sebagai berikut :

Dari kubu Mega-Prabowo menuntut permohonan berlapis, yaitu meminta agar pemilu dilanjutkan ke tahap dua dengan pengurangan suara SBY-Boediono menjadi 48 persen suara, Mega-Prabowo 38 persen suara, dan JK-Wiranto 16 persen suara (sumber : http://nasional.kompas.com).

 

Tatokpangalinan, 30 Juli 2009 

 

 


2 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Beberapa masukan :
1. Perhatikan Subjek, predikat, objek dan keterangannya..
2. Pokok Pikiran per paragraf.
3. Alur berpikirnya.

Komentar oleh Leon

Terima kasih atas masukannya, Demensi dan perspektif Pemilu 2009, adalah kondisi riil yang tumbuh di Negeri Kita, dan bukan suatu fenomena. GBU

Komentar oleh tatokpangalinan




Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.